Hampir semua orang Indonesia tau kalo negeri ini hanya punya 2 musim, yaitu musim kemarau dan musim hujan. Ada juga di beberapa tempat mengaitkan ada musim mangga, musim duren, atau musim nikah *loh (kemungkinan 2023 musimnya untuk anak generasi '95, '96, atau '97) *loh kok masih dibahas -__- ahah.
Oktober ini jelas waktunya musim hujan untuk pamer setelah beberapa bulan lalu kita merasaiin tampilan musim kemarau. Setiap musim selalu membawa 2 hal bersama mereka, yaitu hal baik dan buruk. Di cerita ini kita punya ruang ngebahas hal yg baik, karena biasanya yg baik itu menarik.
emangnya apa yg menarik dari hujan ?
Yaps, hujan adalah "bahasa romantis". Kenapaaa ??? Itu karena udah banyak sekali aku mendengar hal-hal yang manis dikaitkan dengan hujan, walau pun ada juga yang pahit ahah.
Biasanya nih cowo suka nanyain gini,
"Kamu tau ga apa yg menarik dari hujan ?"
Pernah gaa ditanyain gitu?
Biasanya setelah itu ada jawaban manis dan sensitif gitu, misalnyaa “Walau pun hujan jatuh berkali-kali, tapi dia masih tidak menyerah bla bla bla” atau “Sejauh apa pun hujan dibawa ke langit dan ditawann di mana pun di Bumi ini, dia pasti kembali ke asalnya di laut bla bla bla" atau "Hujan selalu punya cara menyembunyikan air mata kesedihan kita" dan seterusnya lah. ahaha... Namun ini hanya opini sih terlepas dari benar atau tidak. . .
Orang yg lagi kasmaran dikaitkan dengan hujan, orang yg patah hati juga dikaitkan dengan hujan. Biasanya tuh orang yg patah hati terus tiba-tiba turun hujan, itu tingkat penghayatan patah hatinya pergi ke level maximal terus diputerin lagunya Ipang yg judulnya "Ada yg Hilang" udah deh, jadi dewa patah hati ini *loh ahaha ...
Tidak sampai disitu, bukan patah hati aja yg buat perasaan ga enak, diperlakuin ga adil, direndahkan, dihina, digosipin atau korban bully satu sekolahan, sering hal-hal kaya gini jadi alesan untuk marah kepada mereka. Ketika patah hati, saya mau mereka bertanggung jawab karena udah ngambil kebahagiaan saya. Ketika jadi korban bully, aku mau membalas 2 kali lipat dari yg mereka lakuin ke aku. Ketika di sana, saya mau menjelaskan bahwa saya tidak menyukainya dan membalas dendam mereka.
Aku mengerti tentang suatu hal bahwa ketika cemburu karena patah hati atau marah ketika diperlakukan tidak adil atau kalah ketika dihina, saat semua ini menjadi kebiasaan, saat itu juga aku merasa menjadi seseorang yang penuh dengan kebencian. Aku gampang marah, gampang bunuh, dan selalu berpikiran negatif. Tanpa disadari aku telah menjadi tahanan bagi penjara negatif pikiranku sendiri. Saya menjadi orang yang relatif tidak disukai, orang-orang menjadi takut kepada saya, dan saya sulit menerima hal-hal baru.
Duh, sedih yaa. . .
memang cara belajar yg paling menyakitkan dengan mengalaminya sendiri, namun yg terpenting adalah bagaimana cara terbebas dari semua itu.
Satu hal yang saya pahami adalah memaafkan. Memaafkan cara terbaik lepas dari penjara pikiran-pikiran negatif ini.
Memaafkan bukan mencoba untuk lupa, tapi sungguh-sungguh menghentikan perasaan menjadi korban dan berhenti menjadikan orang lain bertanggung jawab atas kehidupan kita.
Tadinya aku pikir hujan adalah bahasa romantis, namun sekarang memaafkan adalah bahasa romantis yang sebenarnya.
Author : Hadisatryas
bagus banget tulisan nya, masyaAllah
BalasHapus