Tidak pernah ada suatu kebetulan di dunia ini. Semua yang datang adalah takdir Allah.
Dan bukan sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfudz). (QS. Al An'am: 59).
Hal baik yang datang melatih kita untuk bersyukur. Hal yang buruk melarang kita untuk bersabar. Bahagia itu bukan saat keinginan kita terwujud, tapi saat kita mengerti bahwa semua kehendak Allah adalah takdir yang terbaik. Walaupun memang untuk melewatinya terkadang harus dengan air mata untuk menerimanya. Bersabarlah, semakin berat ujian yang datang semakin besar pula balasan kebahagiaan yang akan datang. Seperti dalam firman Allah :
Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. (Al-Baqarah: 286)
Dalam takdir sendiri ada yang disebut Qada' dan Qadar. Keberadaan Qada' dan Qadar ini telah tertulis di dalam Lauhul Mahfuzh atau papan tulis yang terpelihara.
Qada' berarti ketetapan, perintah, kepastian, dan kehendak. Dalam hal ini maka qada' dapat diartikan sebagai ketetapan Allah SWT kepada setiap makhluk-Nya sejak zaman azali (sejak manusia diciptakan), meliputi nasib baik dan buruk, hingga bagaimana hidup dan matinya manusia. Jadi dapat dikatakan bahwa apa yang akan, sedang, dan sudah terjadi dalam hidup manusia itu semuanya sebenarnya sudah digariskan oleh Allah SWT.
Sementara itu, Qadar mempunyai arti sebagai peraturan dan ukuran. Dalam hal ini, maka Qadar adalah perwujudan dari Qadar terhadap segala sesuatu yang berkenaan dengan makhluk-Nya sesuai dengan kehendak Allah SWT. Qadar ini sering disebut juga sebagai takdir Allah SWT dan berlaku bagi semua makhluk hidup.
Hal ini pun telah tertulis dalam al-Qur'an :
“Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran”. (QS Al-Qamar:49)
Oleh karena sebagai manusia, tentu kita harus mengupayakan yang terbaik untuk menjemput takdir terbaik. Untuk menjemput takdir terbaik itu, tentu membutuhkan ilmu, maka jangan pernah berhenti belajar, karena kesabaran dan keiklahsan tidak bisa muncul begitu saja tanpa dipupuk dengan ilmu yang baik pula. Semoga kita bisa menjalani takdir-takdir Allah dengan sebaik-baik iman. Aamiin
Athor : Ain