Semua orang pasti pernah merasakan sesuatu yang tidak diinginkan. Semua orang juga pasti mempunyai masalah dalam kehidupan. Bahkan seorang guru saya pernah mengatakan walaupun ia setingkat wali sekalipun mereka pasti pernah merasakan masalah kehidupan.
Di saat tertentu orang bisa merasakan kebahagiaan dan di saat tertentu pula kesedihan itu datang dengan sendirinya. Dan memang itulah fitrah (sunnatullah) kehidupan seorang manusia.
Namun jikalau masalah, baik itu berupa kesedihan maupun kesenangan seorang manusia adalah fitrah, lalu apa yang mampu di ubah?
Tentu jawabannya adalah "SIKAP".
Sikap inilah yang membedakan antara seorang hamba yang satu dengan hamba yang lainnya, antara muslim yang satu dengan muslim yang lainnya
Lalu pertanyaannya adalah
bagaimana sikap seorang mukmin dalam mengahadapi masalah kehidupannya?
Jikalau kita ingin merenungkan bahwa diantara sikap seorang
mukmin sejati itu ada pada Ayat Al-Quran Surah Yusuf ayat 86, yang artinya :
"Dia (Yakub) menjawab, “Hanya kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku. Dan aku mengetahui dari Allah apa yang tidak kamu ketahui" (QS. 12 : 86)
Di ayat itu tertulis jelas bagaimana sikap nabi ya'qub dalam mengahadapi masalah. Bahkan di ayat tersebut jelas sekali perbedaan antara mukmin sejati dengan mukmin newbie. Di saat orang menghadapi masalah pada masa sekarang sering kali media sosial menjadi solusi atas masalah tersebut namun tidak dengan nabi ya'qub ketika masalah itu tiba tentu hanya kepada tuhanlah kita mengembalikannya.
Ada beberapa point perenungan yang ingin penulis bagi pada tadabbur QS 12:86
· Pada hakikatnya manusia pasti mengalami masa masa sulit bahkan sekelas nabi sekalipun walaupun demikian yang membedakannya adalah sikap dari seorang hamba itu
· Pada akhirnya tempat berkeluh kesah terbaik adalah hanya kepada tuhan dan itu juga termasuk dalam bentuk ketauhidan seorang hamba terhadap Tuhannya
· Jalan terbaik dan praktis menuju tuhan adalah dengan syukur dan Sabar ( sang guru )
· Masalah akan selalu ada namun Allah tahu batas kemampuan seorang hamba-nya
· Dan sesungguhnya Allah mengetahui yang terbaik bagi kita dan sesungguhnya kita tidak mengetahuinya
Pada akhirnya :
“biarkan masalah itu selalu datang biarkan problem hidup itu selalu ada tapi jangan lupa tuhan itu Selalu untuk Hambanya"
