Mungkin kata itu sering terdengar dalam keseharian kita baik itu dalam hubungan asmara keluarga ataupun secara individual. Namun, pernahkah kita merenungi di antara penyebab galau itu? apakah semua itu dalam kendali kita atau tidak ?
Tentu saya rasa rata-rata jawaban penyebab galau itu semua di luar kendali kita. Saya pernah membaca sebuah artikel yang mengatakan bahwa hanya dua hal saja yang mampu kita kendalikan yakni antara hati dan sikap.
Contoh saja anak yang mulai menjadi nakal. Nakalnya seorang anak atau ketidakpatuhan seorang anak itu lebih besar di luar kendali kita. Oleh karena itu, sejatinya yang bisa kita kendalikan adalah bagaimana sikap kita ketika hal itu terjadi.
Contoh lain, rezeki yang surut. Tentu hal ini juga menjadikan kita galau atau resah. Namun perlu kita tanyakan lagi apakah turunnya rezeki atau kita mendapat rezeki ini bisa kita kendalikan? tapi pada akhirnya mungkin jawaban kita bisa berbeda sesuai sudut pandang kita. Maka, jika kita renungkan bahwasanya diantara kebanyakan penyebab galau itu berada di luar kendali kita. Lantas apa yang harus kita lakukan suapaya kita terhindar dari sifat galau?
1. Jangan terlalu memikirkan sesuatu di luar kendali kita, karena sejatinya ada hal yang tak mampu kita kendalikan dan hanya sedikit saja yang mampu kita kendalikan.
2. Jujur pada diri sendiri. Kadang kita terlalu memaksa diri kita bahwa kita bisa atau pantas mengerjakan semuanya. Namun pada akhirnya ketika kita gagal itulah penyebab kegalauan kita. Maka, jujurlah pada diri sendiri bahwa tidak semua mampu aku lakukan.
3. Yang terakhir adalah tawakkal atau serahkan semua ya saja ke pada Allah. Sejatinya ketika semua usaha telah kita lakukan maka jalan satu satunya yakni serahkan atau tawakkal kepada Allah dan begitu lah orang soleh mengatasi kegalauan mereka.
Penulis ingin mengutip sebuah ayat al quran yang membuat penulis berkesan
Ù‚َالَ Ø¥ِÙ†َّÙ…َآ Ø£َØ´ْÙƒُوا۟ بَØ«ِّÙ‰ ÙˆَØُزْÙ†ِÙ‰ٓ Ø¥ِÙ„َÙ‰ ٱللَّÙ‡ِ ÙˆَØ£َعْÙ„َÙ…ُ Ù…ِÙ†َ ٱللَّÙ‡ِ Ù…َا Ù„َا تَعْÙ„َÙ…ُونَ
Ya'qub menjawab: "Sesungguhnya hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku, dan aku mengetahui dari Allah apa yang kamu tiada mengetahuinya".
written by : Thoriq Israr
