Adakah cara menjadi sempurna?
Kebanyakan orang mengetahui jawaban dari judul di atas. Tentu jawabannya adalah "tidak ", karena hakikatnya hanya Allah yang Maha Sempurna. Manusia adalah tempatnya salah dan lupa. Maka dari itu tak ada satupun manusia yang terbebas dari berbuat kesalahan.
Namun fakta ini bukanlah alasan bagi manusia untuk hidup semaunya, terus menerus membiarkan diri berbuat kesalahan lantas berdalih "aku hanya manusia tempat salah dan lupa". Juga tak perlu berkecil hati ketika berbuat suatu kesalahan yang tak di sengaja, maupun disengaja.
Dalam sebuah hadist Rosulullah menyebutkan :
كل يني ادم خطاء وخيرالخطائين التوابون
"Setiap Bani Adam itu bersalah,dan sebaik-baik orang yg bersalah yaitu bertaubat."
Maha Baik Allah SWT. yang memberikan kesempatan kepada manusia untuk meraih cinta-Nya sekalipun manusia adalah tempat salah dan dosa.
إِنَّ ٱللَّهَ يُحِبُّ ٱلتَّوَّٰبِينَ وَيُحِبُّ ٱلْمُتَطَهِّرِينَ
"Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri."
Tentu taubat kita haruslah taubat yang sungguh-sungguh, yakni menyesali perbuatan dan tidak mengulanginya lagi.
Maka dari itu, sebagai sesama manusia tak layak bagi kita untuk menjadikan kesalahan orang lain sebagai bahan topik pembicaraan, ejekan, mengkritik atau bahkan menyebar luaskan kepada orang-orang yang tak bertanggungjawab.
Allah SWT mungkin saja mengampuni dosa besar dengan amal yang kecil sebagai keutamaan dan seseorang dilarang untuk menghakimi orang-orang yang berbuat dosa sebagai ahli neraka. Bisa saja diakhir hayatnya para pendosa itu melakukan amalan saleh atau amalan ahli surga dan Allah SWT mengampuni dosanya.
written by : frd