Sumber: https://evelynlearning.b-cdn.net/
Semua orang pernah mengenyam pendidikan. Mulai dari pendidikan usia dini, sampai kuliah. Dalam pendidikan terdapat istilah assesment. Assesment atau penilaian merupakan proses akhir dari sebuah pembelajaran, biasa di kenal dengan ujian atau ulangan.
Assesment merupakan proses penting dalam pembelajaran. Fungsi dan tujuan dari assesment secara garis besar adalah untuk mengukur pencapaian siswa terhadap proses pembelajaran yang sudah dilalui selama waktu tertentu dengan nilai sebagai tolak ukur.
Namun, baru baru ini tujuan dan fungsi assesment telah mengalami perbaikan paradigma. Assesment as for and of learning.
Artinya, assesment sebagai proses belajar, assesment untuk belajar dan assesment adalah belajar.
Konsep assesment ini menarik. Dimana siswa di haruskan untuk melakukan evaluasi terhadap proses pengembangan diri baik dari segi perilaku maupun pemahaman materi. Selanjutnya hasil daripada assesment akan dilakukan analisis tentang apa yang sudah dicapai, apa yang perlu diperbaiki, apa yang perlu tingkatkan dan apa yang perlu di pertahankan. Kemudian hasil analisis tersebut akan menjadi pedoman untuk menyusun tindakan lanjutan sesuai dengan kebutuhan siswa. Dengan demikian assesment itu sendiri adalah proses belajar.
Rasa-rasanya Konsep ini tidak hanya berlaku dalam proses pembelajaran dalam pendidikan formal saja. Kita juga dapat menerapkannya dalam proses pembelajaran kehidupan.
Seperti apakah assesment yang dapat dilakukan kita untuk mengevaluasi diri? Affah iyyah kita harus menyusun 50 butir soal kehidupan? Atau menyusun kurikulum pribadi yang menerapkan assesment setiap semester? yang bener aje, rugi dong wkwk
Kita tidak perlu menyusun 50 butir soal pilihan ganda atau uraian apalagi menyusun kurikulum. Evaluasi atau assesment yang dapat kita terapkan misalnya sebelum tidur kita merenungi kegiatan dalam sehari. Apakah aku sudah bersyukur hari ini? Adakah aku menyakiti hati orang lain hari ini? Sudahkah aku berbuat baik hari ini? Apakah aku sudah memaksimalkan tanggungjawab ku dalam bekerja? dan lain sebagainya.
Demikian mengevaluasi perilaku dan dapat memperbaiki nya di hari esok sehingga berproses menjadi manusia yang lebih baik setiap harinya. Sepenting apa kita melakukan evaluasi? dan apa tujuan nya?
Dalam sebuah hadist Rasulullah SAW bersabda :
من كان يومه خيرا من امسه فهو رابح. ومن كان يومه مثل امسه فهو مغبون. ومن كان يومه شرا من امسه فهو ملعون.( رواه الحاكم)
Artinya: "Barang siapa yang hari ini lebih baik dari hari kemarin, dialah tergolong orang yang beruntung, (dan) barang siapa yang hari ini sama dengan hari kemarin dialah tergolong orang yang merugi dan bahkan, barang siapa yang hari ini lebih buruk dari hari kemarin dialah tergolong orang yang celaka." (HR Al Hakim)
Jadi, mari kita terus belajar agar kita masuk dalam golongan orang-orang yang beruntung.
Wallahu a'lam.