![]() |
| source by: google |
Menurut Wikipedia remaja adalah waktu manusia berumur belasan tahun. Pada masa remaja manusia tidak dapat disebut sudah dewasa tetapi tidak dapat pula disebut anak-anak. Masa remaja adalah masa peralihan manusia dari anak-anak menuju dewasa. Seseorang di golongkan sebagai remaja jika orang tersebut sedang mengalami masa pubertas nya. Di masa inilah seseorang berada dalam fase mencari jati dirinya, ia akan banyak belajar dan meniru dari lingkungan sekitarnya.
Menjadi anak muda di era digital seperti ini, memudahkan kita untuk berkomunikasi dengan banyak orang, entah itu, teman, saudara, orang tua, yang dekat bahkan yang jauh, tak heran dengan mudahnya setiap saat kita bisa menjalin silaturahmi dengan siapapun meskipun jarak memisahkan. Berbeda dengan anak muda zaman dahulu yang ingin berkomunikasi harus bertemu terlebih dahulu atau hanya sekedar mengirim surat.
Anak muda di era digital zaman sekarang, juga sangat mudah mengakses berbagai konten atau hal lainnya, entah itu sesuatu yang baik atau buruk. Informasi yang masuk ini tentu akan mempengaruhi pola pikir, akhlak, adab seorang remaja dalam bersosialisai dengan lingkungan di sekitarnya. Mudahnya anak muda sekarang dalam mengakses suatu informasi, tak jarang pula membuat meraka mudah mengomentari sesuatu tanpa benar-benar bertabayun dahulu. Komentar yang mereka utarakan tanpa disadari bisa menyakiti teman atau orang disekitarnya karena ucapan yang buruk. Ketika ditegur sebagian anak muda akan berdalih sebagai kalimat candaan ataupun melontarkan kalimat “gitu aja baper”, alih-alih mengintropeksi diri.
Berbicara mengenai pergaulan antar remaja, seorang muslim juga perlu memperhatikan beberapa adab dan layak untuk diterapkan sesuai dengan ajaran Islam. Remaja ialah usia menuju dewasa. Artinya, periode ini merupakan masa peralihan dari seorang anak sebelum menjadi dewasa. Maka, beberapa akhlak mulia sebaiknya diterapkan demi menjaga pergaulan menuju ke arah yang positif. Adab pergaulan remaja menurut Islam berisi tentang aturan berbuat baik dan tolong menolong dengan sesama teman. Islam mengajarkan kepada umatnya agar selalu menjaga hubungan baik dengan sesama. Baik kepada saudara di dalam keluarga, teman, maupun para tetangga.
Adab memiliki makna kebaikan budi pekerti atau kesopanan dan berkaitan erat dengan akhlak. Adab sangat penting dimiliki seseorang dalam membina hubungan dengan sesama. Jika tiap manusia memiliki nilai-nilai adab yang bagus dalam berhubungan dengan saudara, teman, dan tetangga, maka keberuntungan bakal bisa didapat selama menjalani kehidupan di dunia ini. Di dalam Al-Qur'an, terdapat sebuah ayat yang memerintahkan kepada manusia untuk berbuat baik terhadap sesama. Terutama bagi saudara, teman, maupun tetangga tersebut.
Dalam surah An-Nisa' ayat 36, Allah SWT telah berfirman sebagai berikut:
وَاعْبُدُوا اللَّهَ وَلَا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا ۖ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا وَبِذِي الْقُرْبَىٰ وَالْيَتَامَىٰ وَالْمَسَاكِينِ وَالْجَارِ ذِي الْقُرْبَىٰ وَالْجَارِ الْجُنُبِ وَالصَّاحِبِ بِالْجَنْبِ وَابْنِ السَّبِيلِ وَمَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ ۗ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ مَنْ كَانَ مُخْتَالًا فَخُورًا
Artinya: "Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapak, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, dan teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri".
Selain itu, sejumlah hadis juga menyebutkan tentang pentingnya menjaga hubungan dengan sesama. Dari Anas Bin Malik dia berkata:
"Apabila Nabi shallallahu 'alaihi wasallam berjumpa dengan seseorang dan beliau mengajaknya bicara, maka beliau tidak memalingkan mukanya dari orang tersebut sehingga orang itu sendiri yang berpaling, dan apabila menjabatnya, beliau tidak melepas tangannya sehingga ia sendiri yang melepaskannya, beliau juga tidak pernah terlihat mendahului teman duduknya dengan kedua lututnya," (HR Ibnu Majah No. 3706).
Terkait salah satu kunci dalam pertemanan, riwayat Abu Dawud menuliskan, dari Abu Hurairah bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
"Seorang laki-laki itu bergantung dengan agama teman gaulnya, maka hendaklah salah seorang melihat siapa yang menjadi teman gaulnya".
Demikian di antara dalil yang menyebutkan tentang pentingnya menjaga hubungan antar sesama, baik terhadap keluarga, memilih teman baik, atau dalam hal bertetangga.
Demikian di antara dalil yang menyebutkan tentang pentingnya menjaga hubungan antar sesama, baik terhadap keluarga, memilih teman baik, atau dalam hal bertetangga. Maka dari masa anak-anak sampai remaja, ciptakanlah lingkungan yang positif serta tanamkan akhlak- akhlak mulia agar kelak ia bisa menjadi pribadi dewasa yang berkhlak baik.
By writter : Shidart Naqsyabandi
