Siapa nih yang pernah nonton One Piece?
Tentu bagi penggemar anime judul ini tidak asing lagi, atau bahkan menjadi tontonan favorit yang dinantikan setiap minggunya. Dalam season perjalanan menuju kerajaan Wano, luffy dan nakama beraliansi dengan bajak laut lain untuk mengalahkan kaisar bajak laut Kaido dan Big Mom. Kaido dan BigMom merupakan kaisar laut terkuat. Sampai saat ini, season kerjaan Wano memiliki episode terpanjang yakni 162 episode. Kita tidak akan membahas animenya, namun kita akan membahas pelajaran yang bisa kita dapatkan dari perjalanan Luffy dan nakama tersebut.
Satu hal yang menarik dalam season ini. Selama peperangan melawan Kaido, terlihat beberapa Luffy kalah telak hingga babak belur. Pada saat itu pula ia selalu mengingat bagaimana harapan masyarakat Wano Kuni terhadap dirinya untuk bisa merdeka dari penjajahan bajak laut Kaido yang sudah berlangsung puluhan tahun lamanya. Bahkan tuan Momonosuke sebagai penerus pemimpin Kerjaan Wano Kuni mampu menunjukkan kekuatannya karena harapan masyarakat. Padahal ia masih berusia 8 tahun.
Adegan tersebut sering kita lihat dalam film superhero lainnya. Menariknya, fenomena ini disebut dengan "Efek Pygmalion".
Lalu apa itu efek Pygmalion?
Efek Pygmalion, juga dikenal sebagai efek ekspektasi guru, merujuk pada fenomena di mana harapan atau keyakinan seseorang terhadap kinerja individu dapat mempengaruhi kinerja sebenarnya dari individu tersebut. Dengan kata lain, jika seseorang diharapkan untuk berhasil, mereka cenderung lebih mungkin mencapai keberhasilan. Sebaliknya, harapan negatif dapat mengarah pada kinerja yang lebih rendah. Fenomena ini sering terlihat dalam konteks pendidikan dan manajemen di tempat kerja.
Dampak dari Efek Pygmalion dapat melibatkan:
1. Peningkatan Kinerja
Individu yang diperlakukan dengan harapan positif cenderung meningkatkan kinerja mereka untuk mencapai atau memenuhi ekspektasi tersebut.
2. Penurunan Kinerja
Sebaliknya, harapan negatif dapat menyebabkan individu mengalami penurunan kinerja karena mereka mungkin merasa kurang termotivasi atau kurang yakin.
3. Pengaruh pada Percaya Diri
Harapan yang tinggi dapat meningkatkan percaya diri individu. Sementara harapan rendah dapat merendahkan rasa percaya diri.
Penyebab Efek Pygmalion melibatkan:
1. Komunikasi Nonverbal
Ekspresi wajah, bahasa tubuh, atau nada suara guru atau atasan dapat secara tidak sadar menyampaikan ekspektasi, memengaruhi persepsi dan tindakan siswa atau karyawan.
2. Interaksi Guru-Siswa atau Atasan-Bawahan
Hubungan interpersonal antara guru dan siswa, atau atasan dan bawahan, dapat memainkan peran penting dalam membentuk harapan dan memengaruhi perilaku.
3. Umpan Balik
Umpan balik yang diberikan oleh guru atau atasan dapat menciptakan harapan tertentu, baik positif maupun negatif.
4. Pengalaman Sebelumnya
Pengalaman sebelumnya dengan individu atau kelompok dapat membentuk keyakinan dan harapan seseorang terhadap kinerja masa depan.
Efek Pygmalion menunjukkan bagaimana ekspektasi seseorang dapat menjadi ramalan diri penuh lingkaran, mempengaruhi perilaku dan kinerja individu dengan cara yang sesuai dengan ekspektasi awal.
Oleh karena itu, marilah kita melihat siapapun itu memiliki kemampuan yang sama dan percaya bahwa setiap individu bisa melakukan apapun yang bahkan sebelumnya mereka belum bisa. Dengan begitu, semua orang akan memiliki media untuk berkembang.
Written by : Thoriq Israr