Kelahiranmu adalah anugrah yang paling dinanti,
Buah hati yang menghiasi bahtera
sepasang kekasih.
Penantian panjang yang terbayar,
Dikala suara tangisanmu terlahir.
Benih yang diberi dengan pupuk terbaik,
Dirawat hingga mampu kokoh berdiri.
Ranting yang ringkih,
Tumbuh menjadi penopang pondasi.
Binar matamu terpancar aura
seorang calon pemimpin
Jiwa yang terlatih untuk tangguh dan ikhlas sejak dini
Merajut kepingan asa yang gemilang meski harus tertatih
Beban yang engkau pikul tiada henti,
Tak menjadi hambatanmu untuk
melangkahkan kaki.
Lelah, sedih dan pilu engkau
simpan seorang diri
Hanya senyuman manis yang engkau
berikan di sepanjang hari
Mengobati setiap luka yang tersimpan didalam hati
By Writter : Mustika Amira Luthfiana Dewi
