Pagi ini saya terlibat diskusi dengan beberapa orang. Ada salah satu pertanyaan yang cukup menarik yakni :
"Pada saat kapan kita merasakan waktu itu panjang dan pada saat kapan kita merasakan waktu itu pendek? "
Dan tentu para audiens menjawab dengan jawaban yang beragam. Mulai dari ketika tidak melakukan apapun, ketika belajar fisika bahkan ada yang menjawab ketika menunggu gaji. Itu adalah waktu-waktu yang sangat lama kita rasakan. Demikian jawaban untuk waktu yang pendek juga beragam, diantaranya adalah waktu produktif, waktu shalat dan waktu ketika merasakan kebahagiaan.
Okey, baiklah. Ada satu hal yang rasanya perlu kita renungkan dengan judul yang saya tulis di atas.
"Apakah waktu yang telah kita jalani ini terasa panjang ataukah pendek? "
Saya tidak akan menjawab pertanyaan tersebut Karena jawaban itu ada di para pembaca. Bagaimana cara mencari tau jawabannya?
Lihatlah dalam waktu detik yang kita lalui, karena ketika detik kita ada pada waktu yang sangat produktif maka kita akan merasakan bahwa waktu itu sangat singkat. Namun sebaliknya, jika kita merasakan waktu kita sangat panjang maka sebaiknya tanyakan pada diri kita apa yang kita lakukan setiap detiknya?
Maka dari itu saya ingin membuat istilah yang berkesan yaitu :
"Jika engkau ingin melihat masa depanmu maka lihatlah detik mu".
Karena masa detikmu mampu mengubah masa depan mu.
Mari kita kaitkan dengan fenomena malam tahun baru. Dapatkah kita menyimpulkan bahwa mana yang lebih bijak antara membuat resolusi tahunan vs resolusi detik?
Tentu jawabannya adalah membuat resolusi setiap detiknya. Alasannya adalah kita tak perlu menunggu tahun supaya mampu menjadi lebih baik, karena kita bisa menjadi baik pada setiap detik kehidupan kita.
Sangat tidak berlebihan bahwasanya Rasulullah adalah orang yang paling mempunyai resolusi dalam hidupnya bahkan bukan saja tahun, bukan saja bulan dan bukan saja minggu. Namun beliau mempunyai resolusi pada tiap detik-detik kehidupan beliau. Sehingga beliau mampu memberikan makna pada kehidupan beliau sendiri dan bahkan makna bagi kehidupan orang lain sampai saat ini.
Seorang yang arif berkata :
"baiknya resolusi detik adalah istighfar".
Waallahualam