Setiap manusia terlahir ke muka bumi dengan setiap prosesnya. Memulai kehidupan dari masa kanak-kanak menuju fase dewasa. Manusia pasti akan mengalami masa dimana mereka merasakan kesanangan dan kesedihan, masa-masa sehat dan sakit. Semua pasti akan berubah, bergerak, dan berpindah. Akan tetapi setiap manusia akan melewati fase berhenti dan berakhir.
Dalam menjalani semua fase kehidupan tersebut atau biasa disebut dengan takdir, tentu manusia akan dihadapkan pada pilihan-pilihan. Berbagai pilihan jalan kehidupan yang datang tentu tak bisa kita lewati begitu saja, harus ada keputusan yang kita ambil diantara pilihan-pilihan tersebut. Keputusan yang kita ambil juga harus berdasarkan landasan yang jelas. Jangan sampai pilihan yang kita ambil justru akan menyesatkan kita di akhir. Karena tentu sebagai seorang muslim, kita mempercayai adanya hari pembalasan di akhirat kelak.
Semua pilihan yang kita ambil selama dimuka bumi ini harus mengantarkan kita pada kesalamatan di akhirat kelak. Oleh karena itu, dalam mengambil setiap keputusan selalu libatkan Allah dalam prosesnya, agar kita senantiasa mendapat petunjuk mana pilihan yang baik untuk diambil, sebagaimana dalam firman Allah :
Dan bagaimana kamu (sampai) menjadi kafir, padahal ayat-ayat Allah dibacakan kepada kamu, dan Rasul-Nya (Muhammad) pun berada di tengah-tengah kamu? Barangsiapa berpegang teguh kepada (agama) Allah, maka sungguh, dia diberi petunjuk kepada jalan yang lurus.
(QS Al Imran : 101 )
Jika kita sudah menghadirkan Allah dalam setiap pilihan yang kita ambil, maka kebahagiaan akan mengiringi setiap perjalanan hidup kita, karena kebahagiaan sejati adalah menjalani kehidupan sesuai dengan pilihan Allah.
Kebahagiaan seperti apa yang akan didapat ? Kebahagiaan akan ketenangan batin, tidak mudah gelisah, selalu merasa aman karena ada Allah yang akan menjamin segala urursan kita.
So, hidup itu bukan pilihan, tapi memang harus memilih mana pilihan yang paling bisa menyelamatkan kita kelak di akhirat.