Tapi kesadaran apa sih yang bisa meredakan suara-suara ketidakmampuan, putus asa, kecewa, pokoknya apapun yang membuat kita lemah?
Menyadari keberadaan Tuhan yang maha pemaaf, penyantun dan tempat kita mengajukan revisi atas kesalahan-kesalahan di masa lalu. Makanya saya teringat seorang kyai yang berkata "selama kita masih bisa hidup di dunia kita masih bisa melakukan pemutihan." Artinya, jangan berkecil hati atas semua kegagalan dan kesalahan kita di masa lalu. Tuhan yang rahmatnya sangat luas itu pasti memaafkan kita dan menuntun kita ke arah yang lebih baik. Hanya satu hal yang tidak di maafkan Tuhan, yaitu manusia-manusia yang menyerah dengan rahmat Tuhan dan dengan alasan apapun itu mereka menolak hak istimewa dari Tuhan yaitu kehidupan alias bunuh diri. Betapa pentingnya kita menyadari kesempatan waktu yang masih ada.
Akhirnya mari kita memaafkan diri sendiri atas semua kekurangan di masa lalu maupun saat ini. Pandanglah itu semua sebagai cara Tuhan menampakkan kebesarannya. Bahwa yang benar-benar sempurna hanyalah Tuhan, tugas kita hanyalah berhampir kepada-Nya dan memohon untuk diberikan jalan terbaik atas permasalahan yang kita alami. Serta Tuhan sangat menyukai manusia-manusia yang bertobat yaitu mereka yang tidak larut akan kesalahan dan segera bangkit untuk menyambut perbaikan.
Written by : Abigail
