Bagaimana ketika hidup ini berkelimpahan kemudahan?
Apakah masih ada manusia yang ingin mengeluh?
Menarik untuk kita renungkan. Sebenarnya apa resep utama kita mencapai kemudahan?
Ada satu nasihat bijak yang sangat ilmiah dan praktis kita terapkan di kehidupan sehari-hari.
"Supaya sering mendapat kemudahan dan keringanan dalam urusan kita, kita harus gemar mempermudah dan meringankan urusan orang lain."
Pepatah yang bila direnungkan sangat mendalam manfaat serta maknanya.Kita tak perlu bertanya, "apa yang akan aku dapatkan setelah membantu urusan orang lain?" Cukup niatkan dalam hati bahkan dengan sedikit paksaan, "siapa yang bisa saya permudah saat ini!"
"Sesungguhnya segala perbuatan bergantung pada niatnya."
Kekuatan tertinggi manusia adalah niat itu sendiri. Dari molekul-molekul kebaikan dalam hati dan pikiran yang terus berkembang menjadi tindakan yang nyata di kehidupan sehari-hari. Dan oleh sebab apa yang kita kerjakan itu akan menjadi kebiasaan. Maka dengan membiasakan mempermudan dan meringankan itulah kehidupan kita akan terus berkelimpahan hal yang sama pula.
Di situlah sebenarnya hukum keilmiahan ketika kita berniat mempermudah urusan orang lain. Secara sengaja atau tidak kita menabung deposito kemudahan untuk urusan kita di masa mendatang. Ada hadist Nabi Muhammad yang bisa kita kaitkan :
Allah berfirman pada hadis Qudsi, ''Apabila seorang hamba-Ku mendekati-Ku dengan berjalan, maka Aku akan mendekatinya dengan berlari. Apabila ia mendekati- Ku satu jengkal, Aku akan mendekatinya satu hasta.'' (HR Bukhari dan Muslim).
Bagaimana jika kita menafsirkan hadist tersebut dengan, jika kita mendekati rahmat-Nya dengan mempermudah urusan orang lain, maka Ia akan lebih mendekatkan rahmat-Nya yang lain kepada kita dengan kecepatan-Nya sendiri.
Masalah orang lain sama halnya rahmat untuk kita. Membantu meringankan urusan orang lain sama halnya membantu meringankan urusan kita sendiri. Sebab seorang guru pernah berkata " Tuhan tak ingin kalah dalam membalas budi." Maka berikanlah pertolongan kepada orang lain agar Tuhan segan untuk tidak menolong kita.
Jadi , siapakah yang paling terbantu dan paling mendapat manfaat saat kita mempermudah urusan orang lain? Tuhan tak pernah salah hitung.
Written : Murid
