Kata “Rindu” memang sering kita dengar dalam keseharian. Baik itu dalam hal manusiawi maupun syar'i, kata rindu itupun akan selalu ada. Contoh saja : aku rindu dengan dia, aku rindu dengan suasananya, aku rindu sikapnya. Karena sejatinya rindu adalah fitrah seorang manusia yang memiliki kemustahilan. Lalu dalam hal syar'i saja rindu itu bersifat Qahr "memaksa". Artinya rindu itu tidak bisa di tahan ataupun dikendalikan. Oleh karena itu secara realitas rindu biasanya datang ketika seseorang sudah merasakan hubungan emosional atau pada intinya rindu ada ketika seseorang sudah merasakan cinta.
Makanya imam Al-Ghazali pernah bilang kurang lebih :
"Ketahuilah! Sungguh orang-orang yang mengingkari esensi cinta, maka seharusnya juga ingkar pada esensi rindu. Sebab, rindu tidak bisa tergambar kecuali pada orang yang dicinta".
Namun nggak pernah sih kita berpikir bahwa rindu itu bukan hanya kepada manusia. Ternyata hal itu ada dalam sebuah hadits bahwa rindu itu tidak hanya dialami oleh sesama manusia saja. Tapi rindu juga dirasakan oleh surga.
Namun pertanyaannya kepada siapa surga yang dirindukannya?
Dalam sebuah hadits dikatakan :
" الْجَنَّةُ مُشْتَاقَةٌ اِلَى أَرْبَعَةِ نَفَرٍ : تَالِى الْقُرْانِ, وَحَافِظِ اللِّسَانِ, وَمُطْعِمِ الْجِيْعَانِ, وَصَا ئِمٍ فِى شَهْرِ رَمَضَانَ
Artinya: “Surga merindukan empat golongan: orang yang membaca Al Quran, menjaga lisan (ucapan), memberi makan orang lapar, dan puasa di bulan Ramadhan.” (HR. Abu Daud dan Tirmidzi)
1. Orang yang membaca Al-Qur'an
Jika kita maknai lebih dalam, Al-Qur'an adalah petunjuk bagi manusia. Maka sudah sewajarnya Alquran itu rindu terhadap orang yang membaca dan mentadaburinya, karena jikalau hanya membaca maka tidak bisa menjadi daya ubah bagi seseorang tersebut.
2. Orang yang menjaga lisannya
Seperti yang kita ketahui, lisan adalah salag satu anggota tubuh yang nikmat tetapi juga dapat menjadi bumerang jika kita tidak dapat menjaganya. Kita diharuskan benar-benar menjaga lisan, supaya kita tidak menggunakan untuk melakukan hal yang tidak baik. Jika kita menggunakan lisan untuk ghibah hingga menyampaikan fitnah, artinya kita menghabiskan banyak waktu untuk menggunakannya melakukan hal tak baik. Itu berarti juga kita akan jauh dari surga dan terlebih lagi sekarang lisannya bukan hanya lidah tapi tangan pun bisa menjadi lisan di media sosial. Maka hati hati ya...!
3. Orang yang memberi makan orang yang kelaparan.
Makan merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia. Karenanya, kita perlu sadar bahwa kesempatan membantu sesama juga dapat dilakukan dengan memberi makan pada golongan tersebut. Dengan begitu, kita telah punya andil untuk menyelamatkan keberlangsungan hidupnya dan dalam sebuah hadits juga dikatakan bahwa orang yang paling saya senangi adalah orang yang memelihara kebahagiaan pada orang lain.
4. Orang yang berpuasa di bulan Ramadan.
Puasa di bulan Ramadan merupakan rukun Islam yang berarti wajib dilaksanakan oleh seluruh umat Islam. Ternyata ibadah tersebut hanyalah kewajiban, tetapi juga dapat mengantarkan kita tuk masuk dalam golongan yang dirindukan surga.
Karenanya, marilah kita berusaha mengamalkan hal-hal tersebut agar dapat menjadi golongan orang yang dirindukan oleh surga-Nya agar kita tidak hanya merindu tapi dirindukan. 🤭
Ditulis oleh : Gus Muda
