Kalau kita merenung, kita yang tinggal di Indonesia rasanya sudah jauh dari kata peperangan ya Quba friends?
Bagi kita generasi muda mungkin sejak lahirpun kita telah merdeka.
Namun sadar gak sih Quba friends. Banyak manusia yang belum menemukan makna dari kemerdekaan itu loh! Banyak yang masih merasa,
“Kenapa ya kita sudah merdeka tapi rasanya belum merdeka?”. Ada pula yang menanyakan
"Apa ya makna sebenarnya dari merdeka?".
Nahh, penulis tertarik menjawab pertanyaan-pertanyaan itu yaa.
Kita sudah lama merdeka mungkin sejak manusia lahir setelah 17 Agustus 1945 sudah merasakan merdeka dari penjajah.
Namun sadar gak sih, ada satu komponen dalam diri kita yang kalau komponen itu tidak merasakan kemerdekaan, komponen lain juga tidak akan merasa merdeka loh..
Itulah yang dinamakan dengan Hati Manusia.
Rasulullah SAW pernah kehilangan : "Ingatlah, dalam tubuh manusia itu ada segumpal daging. Kalau segumpal daging itu baik, maka akan baiklah seluruh tubuhnya. Tetapi, bila rusak, niscaya alias rusak pula seluruh tubuhnya. Segumpal daging itu bernama qolbu". (HR. Bukhari dan Muslim)
Essensi merdeka sebenarnya lahir dari Hati yang merdeka. Banyak kasus orang-orang yang kurang bahagia dihidupnya, padahal banyak menabung, pasangan cantik/tampan, gaada kekurangan dehh... hehe
Nahh itu sebenarnya akibat dari hati yang belum merasa merdeka. Ada satu ungkapan menarik dari Erbe Sentanu, "Hati kita merdeka ketika kita sudah bisa merasakan Ikhlas."
Definisi ikhlas itu sendiri merupakan susasana hati yang tidak terikat dengan apapun kecuali ketundukan kepada Tuhan.
Ikhlas itu menerima, menyerah, dan terserah dengan tuntunan yang Tuhan berikan.
Seringkali kita melakukan hal-hal yang tidak berada pada tuntunan-Nya. Hal tersebut menyebabkan kita merasa menyesal, kecewa, iri atau biasa disebut Akhlak Buruk.
Padahal kalau kita berani memutuskan untuk ikhlas menerima tuntunan dari Tuhan makna dari kemerdekaan itu bisa kita rasakan.
Kita yang bekerja akan dimudahkan kalau patuh kepada atasan. Kita yang naik akan dimudahkan kalau patuh kepada guru. Apalagi kita sebagai makhluk Tuhan akan dimudahkan semua urusan oleh Dzat yang Maha Mengurusi makhluknya.
Masya Allah. Kalau di pikir dan rasakan enak kali ya hidup kalau terus dalam tuntunan-Nya. Kita akan terhindar dari penyesalan, kekecewaan dan akhlak buruk lainnya. Karena kita terus melatih untuk Ikhlas mendapat bimbingan dari Tuhan yang Maha Mengetahui.
Written by : Murid
Wallahu Alam
