Terinspirasi dari berbagai curhatan teman, keluarga, dan orang sekitar terkait permasalahan hidup serta betapa beratnya dalam menjalani kehidupan seperti belum mendapatkan jodoh, masalah dalam pekerjaan, dalam rumah tangga dan lain sebagainya. Kemudian muncullah pertanyaan-pertanyaan, sebenarnya bagaimana Tuhan men-Setting kehidupan ini dan bagaimana cara melewatinya? Apakah hidup ini mudah atau justru sebaliknya? Pertanyaan-pertnyaan tersebut mendorong penulis untuk mencari referensi-referensi terkait. Dari sekian literatur sampailah pada pemahaman bahwa :
Ternyata seseorang yang mengalami tantangan, kesulitan dan masalah dalam hidup adalah hal yang wajar. Allah tidak menjanjikan hidup akan selalu mudah, namun Allah berjanji dalam surat Al-Insyirah ayat 5-6 yang berbunyi :
فَاِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًاۙ
Fa'inna ma‘al-‘usri yusrā(n).
Maka, sesungguhnya beserta kesulitan ada kemudahan.
اِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًاۗ
Inna ma‘al-‘usri yusrā(n).
Sesungguhnya beserta kesulitan ada kemudahan
Ayat tersebut di ulang sebanyak 2 kali. Mengapa? Allah meyakinkan hambaNya bahwa setiap kesulitan yang Allah kirimkan senantiasa beserta dengan kemudahan. Terkadang dalam meghadapi masalah kita akan merasakan sakit, kebingungan bahkan lelah dan ingin menyerah, namun disaat itulah Allah datangkan solusi yang tak terduga. Sang Guru pernah berkata “terkadang Allah ingin kita berlelah-lelah, bersakit-sakit dulu baru Allah datangkan solusi dan kemudahan-kemudahan yang datangnya tidak di sangka-sangka”. Bila kita renungkan, masalah yang kita hadapi selalu ada solusi atau jalan keluar. Tugas kita hanya bersabar dan bersyukur dan tetap menegakkan kalimat Allah dalam hati. Allah mengetahui apa yang terbaik dari hidup ini.
Ketika kita bersedih sesungguhnya Allah mengajarkan kita untuk bangkit.
Ketika kamu senang sesungguhnya Allah mengajarkan kita untuk bersyukur.
Jadi tidak perlu berkecil hati ketika kita sedang berada pada situasi sulit ataupun sedang menghadapi masalah.
Bersambung...
Written by : D Rawr
