Setiap masa ada waktunya, dan setiap perjumpaan akan merasakan perpisahan. Begitupun dengan bulan Ramadhan. Tak terasa kita sudah hampir sampai di penghujung bulan penuh ampunan dan keberkahan ini. Perginya bulan Ramadhan harus memberikan dampak yang signifikan pada kehidupan setelah Ramadhan berakhir. Ramadhan tak butuh kesedihan sesaat yang hanya dijadikan ratapan dan nostalgia tanpa dampak yang membekas. Jangan sampai nikmat ibadah selama bulan Ramadhan lenyap seiring dengan berlalunya bulan kemuliayaan ini.
Malam- malam menjelang berakhirnya bulan Ramadhan, mari sejenak merenung, sudah senikmat apa ibadah kita dibulan penuh berkah ini? Meningkatkah kekhusyukan ibadah kita ? Atau justru terasa biasa saja tak berbeda dengan bulan sebelumnya?
Bulan Ramadhan akan selalu sama
tak ada yang berubah. Anak-anak masih berlarian di masjid bergembira mengikuti teraweh. Masjid-masjid masih terdengar suara tilawah. Ramadahan tak pernah berubah, dosa tetap diampuni, pahala tetap dilipat gandakan, janji Allah tak ada yang berubah.
Kitalah yang berubah.
Dosa-dosa menutupi nikmat ibadah itu. Kenikmatan dunia membuat kita menjadi asing pada agama. Manusia terlalu disibukkan dengan jadwal buka bersama, membeli baju lebaran, dan hal duniawi lainnya. Inilah yang dikhawatirkan Rasulullah SAW dalam haditsnya yang berbunyi:
“Berapa banyak orang yang berpuasa tidak mendapatkan pahala puasanya selain lapar dan berapa banyak orang yang shalat malam tidak mendapatkan pahala shalat malamnya selain begadang semata” (HR Ahmad)
Maksimalkan Ramadhan tahun ini seolah-olah inilah Ramadhan terakhir kita. Hidupkanlah malam-malam terakhir sebelum Ramadhan beranjak pergi. Ikhtiarkan dengan sungguh-sungguh untuk mendapatkan ampunan Allah. Dalam sebuah hadits dijelaskan bagaimana Rasulullah SAW bersunggung-sungguh menghidupkan sepuluh hari terakhir dengan segala kebaikan. Sebagaimana dijelaskan oleh Ummul Mu’minin Aisyah r.a :
“Rasulullah SAW sangat bersungguh-sungguh pada sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadan, melebihi kesungguhan beliau di waktu yang lainnya.” (HR. Muslim).
Waktu dengan perpisahan semakin dekat. Ramadan akan kembali datang pada tahun berikutnya. Sementara, kita belum tahu apakah akan berjumpa dengan Ramadan atau tidak. Hari-hari Ramadan akan berakhir. Lakukan yang sempurna pada saat berpisah dengannya. Semoga Allah mempertemukan kita kembali dengannya dan semoga kita mendapat ampunan sebelum Ramadan pergi.
Amin Ya Rabb .
written by : Novrin Warbain
